Lebih dari dua ribu tahun lalu, seorang pria bernama Socrates berjalan di tengah hiruk pikuk Athena tanpa alas kaki. Dia bukan penguasa, bukan jenderal, juga tidak pernah menulis satu pun buku. Dia pun tidak mengaku sebagai guru. Namun, kehadirannya mengganggu ketenangan kota—tidak dengan senjata, tetapi dengan pertanyaan. Kata-katanya membuat para penguasa gelisah dan keyakinan runtuh satu per satu.
Dia menantang para politisi, penyair, dan kaum intelektual untuk memeriksa kembali apa yang mereka yakini sebagai kebenaran dan memaksa untuk melihat dirinya sendiri dengan jujur. “Apa itu kebenaran? Apa itu hidup yang baik?” Dari medan perang hingga ruang-ruang dialog di Athena, hidupnya adalah perjalanan mencari kebenaran tanpa kompromi. Siapa sangka jika pertanyaan-pertanyaan itu membawanya pada satu pilihan terakhir—yang akan mengubah sejarah selamanya.
Dengan menghidupkan kembali sosok yang mengajarkan satu hal paling berbahaya: berpikir secara mandiri, buku ini mengungkap bagaimana kekuatan pertanyaan dapat mengubah cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Harapannya, kita mampu mengambil keputusan yang strategis dengan penuh kesadaran, bukan berdasar ketakutan.
"Keberanian bukanlah sekadar ketiadaan rasa takut, melainkan pengetahuan mendalam tentang apa yang pantas dan tidak pantas untuk ditakuti dalam hidup."
—Socrates