Pernahkah kamu merasa kepala mau meledak karena memikirkan ucapan seseorang tadi pagi? Atau, terjaga sampai pukul dua dini hari hanya untuk memikirkan masa depan yang bahkan belum tentu terjadi?
Selamat datang di labirin overthinking. Tempat di mana masalah kecil disulap menjadi bencana besar, dan ketakutan-ketakutan kecil mendadak menjelma menjadi monster yang melumpuhkan. Kamu merasa kelelahan, tetapi otakmu menolak untuk berhenti bekerja. Padahal, nggak semua pikiran butuh untuk dipedulikan.
Alih-alih menyuruhmu "berpikir positif" secara klise, melalui panduan yang membumi, penuh empati, dan disertai langkah-langkah untukmu melakukan overthinking detox, buku ini akan membantumu untuk menyadari kapan otakmu mulai menjebakmu dalam skenario palsu. Juga, membantumu memilah mana pikiran yang penting untuk diselesaikan dan mana yang hanya sampah mental. Lalu, kamu diajak untuk mengembalikan kendali atas emosi dan menemukan kembali "tombol jeda" di tengah riuhnya kepala.
Karena hidup ini sudah cukup berat untuk dijalani—jangan buat ia makin melelahkan hanya karena isi kepalamu sendiri. Saatnya bernapas lega. Tarik napas, peluk dirimu, dan mulailah hidup dengan lebih tenang.