Hari ini adalah hari pertama Adel bekerja. Siapa sangka, setelah penantian berbulan-bulan, akhirnya dia diterima di salah satu perusahaan ternama dengan penawaran gaji yang cukup tinggi bagi seorang fresh graduate. Tentu saja, prosesnya panjang dan melelahkan. Tapi rasanya, apa yang dia lakukan sepadan dengan apa yang ditawarkan perusahaan. Hari pertama berjalan lancar dan menyenangkan karena masih sebatas perkenalan. Setelah jalan satu hingga dua bulan, Adel mulai merasakan gejolak dalam dirinya. Dia mulai menerima banyak tuntutan oleh manajernya, juga dari rekan-rekan kerjanya. Rasanya tentu saja melelahkan.
Hari-harinya dia jalani dengan kepala penuh dan dada sesak. Setiap hari dia mengeluh kepada teman kerjanya, Reynan, “Aku mau resign aja, Rey!” Ucapan itu sebenarnya hanya sebatas keluhan, karena nyatanya dia jauh lebih membutuhkan pekerjaan tersebut. Dia sadar betul bahwa perusahaan tidak selalu membutuhkannya, dia bisa saja resign dan perusahaan segera mencari pengganti baru untuk posisi marketing. Sayangnya, jika dia benar-benar resign bagaimana dengan karier yang baru saja dia mulai itu? Sungguh dilema.